Minggu, 23 Februari 2014

Mayat dalam gulungan tilam

0 komentar
sinarharian
20 Januari 2013
Mayat dalam gulungan tilam
Siasatan dilakukan di lokasi mayat seorang lelaki ditemui.
JOHOR BAHRU – Mayat seorang lelaki lengkap berpakaian dan dibaluti tilam ditemui di Jalan Mewah Ria 2/10 Taman Bukit Mewah, di sini, semalam.

Seorang saksi yang enggan namanya didedahkan berkata, kira-kira jam 3 petang, dia dan rakannya yang melalui kawasan itu ternampak orang ramai berkumpul di lokasi mayat ditemui.

Menurutnya, perasaan ingin tahu membuatkan dia turut mendekati kawasan itu sebelum terlihat kaki manusia terjulur dalam gulungan tilam berkenaan.

“Saya bukan orang pertamanya yang menemui mayat, namun antara yang terawal tiba di lokasi kejadian sebelum salah seorang menghubungi pihak polis.

“Apa yang saya tahu terdapat mayat seorang lelaki berada dalam gulungan tilam berkenaan.

“Bagaimanapun, saya tidak berani untuk membuka tilam berkenaan dan menunggu pihak polis sampai tidak lama kemudian,” katanya kepada Sinar Harian, di sini, semalam.

Sementara itu, Ketua Polis Daerah, Johor Bahru Utara, Asisten Komisioner Ruslan Hassan mengesahkan penemuan mayat terbabit.

Katanya, polis akan menjalankan siasatan secara terperinci dan menunggu laporan daripada unit patologi sama ada mayat itu mempunyai sebarang kecederaan atau sebaliknya bagi mengenal pasti punca kematian.

“Tiada sebarang dokumen ditemui, dan polis akan siasat daripada semua sudut bagi memastikan mangsa dibunuh atau mati mengejut (SDR),” katanya.

Beliau berkata, mayat mangsa dihantar ke Hospital Sultanah Aminah (HSA), di sini, untuk bedah siasat.
Read more ►

Rabu, 19 Februari 2014

Penculik Kenya bakar wajah dan potong tangan mayat

0 komentar

24 Sep 2013

Reporter : Pandasurya Wijaya      
Penyandera Kenya bakar wajah dan potong tangan korban tewas 
Serangan terhadap pengunjung mal di Kenya. ©Reuters
 

Para penculik dari kelompok al-Shabaab di pusat belanja Westgate, Ibu Kota Nairobi, Kenya, dilaporkan membakar wajah mangsa yang meninggal dan memotong tangan mereka untuk menghilangkan identiti korban.

Mereka kemudian menumpuk mayat mangsa di depan pintu utama mall itu, seperti dilansir surat khabar the Daily Mail, Selasa (24/9).

Seorang petugas keselamatan mengatakan mall itu berubah menjadi semacam tempat penjagalan tidak lama setelah para penyerang itu masuk.

Tak hanya itu, para penyerang juga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan yang cedera di depan para penculik yang masih muda.

Perempuan itu diyakini tertembak di bahunya manakala anaknya telah meninggal. Kejadian itu diunggah di media sosial ratusan kali.

Perempuan itu diyakini boleh berbincang dengan suaminya beberapa kali. Suaminya sudah berada di luar bangunan mall. Tapi malam tadi suaminya tidak boleh lagi berbincang dengan isterinya itu.

Menteri Luar Negeri Kenya Amina Muhamad mengatakan tiga warga Amerika Syarikat dan satu warga Inggeris merupakan anggota kelompok bersenjata itu.

Dalam siaran televisyen PBS dia mengatakan warga Amerika itu berumur sekitar 18-19 tahun, keturunan Somalia atau Arab dan tinggal di Minnesota atau di daerah lain di Amerika.
Read more ►

Kamis, 28 November 2013

Misteri Mayat Mayat Tersenyum

0 komentar


A fourth-century B.C. Phoenician mask found in Tunisia displays a grin not unlike those seen on victims of an ancient Phoenician "sardonic grin" potion administered on the island of Sardinia. Scientists in May 2009 said they had finally uncovered the source of the potions lethal, smile-inducing effects: the hemlock water-dropwort plant.

Selama ribuan tahun para ilmuwan masih diselimuti misteri soal bagaimana mayat-mayat kuno di Kepulauan Sardinia rata-rata dalam kondisi wajah tersenyum.
Sebagaimana diberitakan National Geographic, Kamis (4/6) kini setelah 2.800 tahun berlalu, mereka berhasil mengungkap bahwa ada bahan tanaman yang mampu membuat orang bisa tersenyum menjelang ajalnya. Tanaman ini diduga dapat membuat tampilan wajah si mayat seperti tersenyum. Sebelumnya, penulis abad ke-8 SM Homer pernah menyebutkan istilah kata “Senyuman Sardonik” yang diambil dari akar kata “Sardinia” dalam sejumlah tulisannya merujuk pembunuhan ritual di pulau itu yang berakhir dengan wajah tersenyum.

Menurut studi terkini, orang-orang tua di masa lalu yang diduga sudah tidak bertahan hidup lagi dan mereka yang terlibat dalam kasus kriminal “dicekoki dengan herba sardonik dan lantas dibunuh dengan cara dijatuhkan dari bukit tinggi atau dipukuli hingga mati”.

Selama berabad-abad identitas herba tersebut masih misteri. Namun, sebuah studi yang dipimpin Giovanni Appendino bersama rekan-rekannya berhasil menguak kandungan herba yang bisa membuat orang-orang yang akan mati itu tersenyum pada sebuah tanaman yang disebut hemlock water-dropwort.

Tanaman berbunga putih seperti batang-batang ini tumbuh di sepanjang kolam dan sungai di beberapa bagian negara Italia. Sekitar satu dekade lalu, seorang penggembala domba Sardinia melakukan aksi bunuh diri dengan mengonsumsi tanaman hemlock water-dropwort sehingga mayatnya ditemukan dalam kondisi tersenyum.

Kematian ini membuat Mauro Ballero, pakar botani di University of Cagliari di Sardinia untuk meneliti lebih lanjut setiap tanaman dropwort di pulau itu. Penelitiannya dilanjutkan oleh Ballero bersama rekan-rekannya yang meneliti struktur melekul toxin tanaman hemlock water-dropwort dan menentukan dampaknya terhadap tubuh manusia.

Appendino, pakar organik kimia di Universita degli Studi del Piemonte Orientale di Italia menjelaskan, “Kandungan toxin yang sangat tinggi dan penyebab gejala-gejalanya persis sama dengan yang diuraikan dalam catatan kuno dan peninggalan mayat-mayat tersenyum sardonik.” Dikatakanya, tanaman hemlock water-dropwort diketahui mengandung neurotoxin dan menurut kami tanaman itulah yang dipakai orang-orang dulu.”

Selain tanaman hemlock water-dropwort, ada juga tanaman lain yaitu hairy buttercup (aka the Sardinian buttercup). Tapi, tanaman ini tidak tumbuh di tempat-tempat lembab sebagaimana yang disebutkan dalam sejumlah teks kuno dan juga tidak mengandung toxin yang kuat, jelas Appendino. Dia menambahkan Sardinia adalah satu-satunya tempat di seluruh Mediterranean yang ditumbuhi tanaman jenis hemlock water-dropwort.

Menurut seorang kerabat korban yang mati itu, tanaman hemlock water-dropwort sangat berbahaya disebabkan aroma dan rasanya yang sangat manis. “Pada umumnya tanaman beracun itu pahit tapi hemlock water-dropwort memiliki rasa yang manis. Dan ini merupakan kasus kedua tanaman beracun yang dapat merangsang indera kita. Menurut Appendino, tanaman ini sangat berguna untuk kosmetik sebab ia bisa merelaksasi otot dan menghilangkan keriput-keriput di wajah. Temuan mereka ini dipaparkan di Journal of Natural Products.
Read more ►
 

Copyright © Aza Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger